Menu MBG Dirapel Saat Libur Sekolah di SMPN 1 Kota Metro Disorot, Siswa Terima Biskuit Kraker dan Tiga Botol Susu Kecil
Metrocybernews.com, Kota Metro — Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan secara rapelan selama masa libur sekolah di SMP Negeri 1 Kota Metro menjadi perhatian publik. Sorotan ini mencuat setelah unggahan foto paket menu MBG beredar di media sosial, yang memperlihatkan siswa menerima biskuit kraker dan tiga botol susu berukuran kecil.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, menu MBG tersebut dibagikan langsung kepada para murid di lingkungan SMPN 1 Kota Metro pada Senin, 5 Januari 2026, sebagai pembagian rapelan selama libur sekolah. Paket MBG itu kemudian diunggah ke media sosial dan menjadi perbincangan di ruang publik.
Seorang wali murid menanggapi unggahan tersebut dengan menyampaikan bahwa komposisi menu MBG yang dibagikan di sekolah perlu mendapatkan penjelasan terbuka, terutama jika pembagian rapelan dimaksudkan sebagai pengganti pembagian MBG selama beberapa hari. Menurutnya, kejelasan mekanisme dan pertimbangan gizi penting agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di kalangan wali murid. Senin, (05/01)
Menindaklanjuti informasi yang mencuat di media sosial tersebut, media galaxsinews.com -melakukan upaya klarifikasi kepada Kepala SMP Negeri 1 Kota Metro, Fatimah, guna meminta penjelasan mengenai kebijakan pembagian MBG secara rapelan selama libur sekolah serta dasar penentuan menu yang diberikan kepada siswa. Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak kepala sekolah.

Sebagai informasi, program pemenuhan gizi bagi peserta didik merupakan bagian dari hak anak yang dijamin negara. Hal ini sejalan dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang menekankan bahwa penyelenggaraan pendidikan harus memperhatikan kebutuhan peserta didik. Selain itu, Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan mengatur bahwa setiap anak berhak memperoleh asupan gizi yang memadai untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan.
Sejumlah pihak menilai bahwa keterbukaan informasi menjadi aspek penting agar pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis, khususnya yang dibagikan secara rapelan di sekolah, tidak menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat. Penjelasan resmi dinilai diperlukan untuk memastikan bahwa mekanisme pembagian MBG selama libur sekolah tetap mengacu pada tujuan program dan ketentuan yang berlaku.
Hingga kini, belum adanya penjelasan resmi dari pihak SMPN 1 Kota Metro membuat perhatian publik terhadap isu ini terus berlanjut. Penjelasan yang jelas dan akuntabel dinilai krusial untuk menjaga kepercayaan wali murid dan masyarakat serta memastikan pelaksanaan MBG berjalan sesuai tujuan. (Red)
